Mencegah Kecurangan Saat Ujian dengan Topi Anti Nyontek

- 6/16/2014
advertise here
Topi Anti Nyontek Buatan Thailand Yang Canggih
Topi anti nyontek yang diterapkan
di Universitas Kasetsart di Thailand

Thailand - Ujian sekolah merupakan sesuatu hal keharusan yang harus dijalani oleh setiap pelajar. Biasanya para pelajar atau mahasiswa dihadapkan dengan berbagai perasaan ada yang menyikapi dengan senang tetapi tidak sedikit pula merasakan ketakutan dengan berbagai alasan. Dengan ujian kita dapat mengukur sejauh mana ilmu yang telah kita dapatkan selama kita mengikuti pelajaran.

Namun dalam ujian ada saja kebiasaan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, tetapi ada saja yang melakukannya, yaitu mencontek. Mencotek adalah salah satu perbuatan tercela. Karena dengan mencontek berarti kita telah membohongi diri kita sendiri.

Sebenarnya budaya mencontek itu dapat kita hilangkan. Dengan cara kita menyadari bahwa mencontek itu merupakan sesuatu perbutan yang tidak baik dan merugikan diri kita sendiri.

Di Thailand punya cara unik mencegah aksi para pelajar untuk mencontek. Yaitu para siswa yang mengikuti ujian wajib mengenakan topi anti nyontek. Topi ini dapat mencegah siswa untuk mencontek.

Di Universitas Kasetsart di Thailand guna mencegah kecurangan mahasiswa saat ujian mereka wajib kenakan topi anti nyontek. Seperti apa bentuknya topi anti nyontek tersebut?

Dalam sebuah foto yang diunggah Facebook Universitas Kasetsart, nampak para mahasiswa kenakan semacam pengikat kepala berwarna putih dengan satu lembar dua kertas HVS (putih, A4) di sebelah kanan dan kiri. Dua kertas itu berfungsi untuk menutupi sudut penglihatan mahasiswa di sebelah kanan dan kirinya. Sehingga, mereka bisa fokus ke arah depan alias hanya konsentrasi mengerjakan soal ujiannya.

Dikutip dari Metro.co.uk, metode yang dilakukan Universitas Kasetsart menuai kecaman publik. Sebab, ‘topi’ kontroversial ini dianggap tidak sopan dan memperlakukan pemakainya. Pihak universitas sendiri mengklaim kalau penggunaan topi tersebut telah melalui persetujuan.

Nattadon Rungruangkitkrai, salah satu orang dosen mengatakan tidak ada yang salah dengan topi nyleneh itu. Mahasiswa tidak ada yang dipaksa dan telah ada persetujuan sebelumnya. Bahkan mahasiswa mengaku santai dan nyaman saat mengenakannya.

Ia sendiri berkilah kalau topi anti nyontek bukan berarti ditujukan untuk mahasiswa yang sering ngintip saat ujian berlangsung. Topi itu justru dikenakan agar mereka lebih fokus dan konsentrasi saat mengerjakan ujian. Sementara itu pihak pusat universitas sendiri tidak ada rencana untuk melanjutkan metode tidak biasa ini.

Apa yang diributkan publik sudah cukup dan ujian tersebut adalah pertama dan terakhir yang menggunakan topi unik itu.


Sumber
Advertisement advertise here