Perusahaan farmasi obat HIV bangkrut karena bosnya tamak

- 1/05/2016
advertise here
Perusahaan farmasi obat HIV bangkrut karena bosnya tamak

Perusahaan obat KaloBios mengajukan pailit ke Pengadilan Tata Usaha di Wilmington, Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat. Perusahaan ini sampai awal bulan Desember masih dipimpin Martin Shkreli, pengusaha tamak yang menaikkan harga jual obat penderita HIV/AIDS sampai 5 ribu persen.

Kantor berita Reuters melaporkan, Kamis (31/12), KaloBios memilih bangkrut untuk melakukan restrukturisasi ulang karena manajemen mengalami masalah. Awal bulan ini, perusahaan farmasi itu mencopot Shkreli dari jabatan CEO seusai ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI). Padahal Shkreli baru membeli 70 persen saham KaloBios pertengahan November lalu.

Shkreli membeli KaloBios dengan harapan bisa menghasilkan obat penyakit langka. Laboratorium KaloBios dianggap mumpuni oleh pengusaha 32 tahun keturunan Albania itu.

Shkreli belakangan dilengserkan pula dari perusahaan farmasi lainnya, Turing Pharmaceuticals, yang empat bulan lalu dia paksa menaikkan harga jual obat Diaraprim. Obat penting untuk mencegah pelemahan kekebalan tubuh ini harga jualnya melonjak dari USD 13,5 (setara Rp 197 ribu) per butir menjadi senilai Rp 10,9 juta tiap tabletnya.Akibat kebijakannya itu, Shkreli dikecam nyaris semua orang di Amerika Serikat.

Dia berdalih laba yang didapatkan dari kenaikan harga gila-gilaan itu dapat dipakai mengembangkan obat HIV yang lebih mujarab. "Kami hanya ingin tetap bisa bertahan di bisnis ini," ujarnya kala itu.

Lembaga swadaya Koalisi Masyarakat Berpenyakit Menular AS (IDSA) menyatakan kenaikan harga daraprim akan memicu kerentanan sistem jaminan kesehatan di Negeri Paman Sam. "Harga yang baru ini tidak adil bagi pasien dari kelompok ekonomi lemah," ujar ISDA dalam keterangan persnya.

Kantor Berita BBC menobatkan Shkreli sebagai salah satu sosok paling dibenci warga AS sepanjang 2015.

FBI menangkap mantan pialang reksadana ini atas dugaan kasus penipuan dana investor lewat perusahaan obat yang dia kelola.

Pengadilan federal di Brooklyn, New York, mendakwa Shkreli dengan tujuh tuntutan bersama dengan Evan Greebel, penasihat dari Retrophin.

Shkreli dan Greebel dituntut atas tuduhan menggunakan aset Retrophin untuk membayar utang dari MSMB yang berjumlah jutaan dolar. Penipuan dana investor oleh Shkreli bersama Greebel dilakukan sejak September 2009 hingga September 2014.


Sumber Merdeka.com
Advertisement advertise here